Komunikasi Persuasif Dalam Proses Pembelajaran

Gambar komunikasi persuasif
Komunikasi Persuasif
Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh interaksi yang berlangsung di ruang kelas.  Salah satu aspek  interaksi itu adalah komunikasi antara guru dengan peserta didik, dan sesama peserta didik(multi komunikasi).

Untuk mendapatkan kondisi seperti itu maka guru perlu mengembangkan komunikasi persuasif. Apa yang dimaksud dengan  komunikasi persuasf?.

Berikut ini diuraikan  beberapa penjelasan para ahli tentang konsep kominikasi persuasif.

1. Anderson (1971), mendefenisikan bahwa komunikasi persuasif adalah sebagai perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui transmisisi bebera pesan.

2. R. Boston (1994), bahwa komunikasi persuasif adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah, memodivikasi , atau membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima.

3. Ervin P. Betingbaus (1973),  menyatakan bahwa  komunikasi persuasif dapat mempengaruhi pemikiran dan perbuatan seseorang, hubungan antara pembicara pembicara dengan pendengar dimana pembicara berusaha mempengaruhi tingkah laku pendengar melalui perantara pendengaran dan pengelihatan.

Dari penjelasan para ahli di atas dapat kita kaitkan dalam bidang pembelajaran bahwa komunikasi persuasif adalah komunikasi yang direncanakan oleh guru dan diimplementasikan untuk mempengaruhi pendapat, sikap dan tindakan peserta didik dengan menggunakan manipulasi psikologis sehingga peserta didik tersebut bertindak seperti atas kehendaknya sendiri.

Tujuan komunikasi persuasif dalam pembelajaran ada dua, pertama mengubah atau menguatkan keyakinan (believe) dan sikap (attitude) peserta didik. kedua, mendorong peserta didik melakukan sesuatu /memiliki tingkah laku(behavior) tertentu yang diharapkan.

Contoh komunikasi persuasive yang dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu mempengaruhi banyak orang misalnya komunikasi dalam  iklan, iklan menjadi komunikasi persuasif dimanfaatkan dalam pemasaran, promosi. Komunikasi mengajak para calon pelangan untuk membeli produknya.

Begitu juga dengan dakwah, merupakan aktivitas menyerukan seperti orasi namun sifatnya mengajak seseorang untuk berjalan di jalan yang benar merupakan komunikasi persuasif. Conth yang lain plamflet merupakan bentuk komunikasi secara verbal yang berbentuk tulisan, hampir sama dengan iklan didalamnya ada bentuk mengajak dan dapat mempengaruhi banyak orang.

Bentuk-bentuk seperti inilah yang perlu dipraktikkan oleh guru dalam berkomunikasi di dalam kelas sehingga peserta didik mau melakukan sesuai denga tujuan yang dicapai.

Baca Juga :  Penerapan Metode Pembelajaran Brainstorming Di Kelas

Ada empat prinsip dasar dalam komunikasi persuasif dalam pembelajaran yang dapat menentukan efektivitas dan keberhasilan komunikasinya.

1. Pemaparan yang selektif
Prinsip ini menyatakan bahwa pada dasarnya peserta didik akan mengikuti hukum pemaparan selektif yang menegaskan bahwa peserta didik akan secara akatif mencari informasi yang sesuai dan mendukung opini, keyakinan, nilai, keputusan dan perilaku mereka dan sebaliknya mereka akan menolak atau menghindari informasi-informasi yang berlawanan dengan opini, kepercayaan, sikap, nilai dan perilaku mereka.

2. Prinsip partisipasi audiens
Prinsip partisisipasi menyatakan bahwa daya persuasive suatu komunikasi akan semakin besar ketika peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam proses komunikasi tersebut.

3. Prinsip suntikan
Bahwa peserta didik telah memiliki pendapat dan keyakinan tertentu, maka pembicaraan komunikasi persuasive biasanya dimulai dengan memberi pembenaran dan dukungan atas keyakinan dan pengetahuan yang dimiliki peserta didik.

4. Prinsip perubahan besar
Prinsip ini menyatakan bahwa semakin besar, semakin cepat, dan semakin penting perubahan yang ingin dicapai, maka seorang guru mempunyai tugas dan kerja yang lebih besar, serta komunikasi yang dilakukan lebih besar pula.

Prinsip-prinsip komunikasi di atas perlu diterapkan guru dalam proses pembelajaran sehingga komunikasi tersebut merupaka komunikasi persuasif yang dapat membangun interaksi di kelas dengan baik.

Berkaitan dengan hal di atas Aristoteles menyebutkan ada 3 hal penting (karakteristik) yang diperhatikan dalam komunikasi agar tercipta komunikasi persuasif

1. Ethos
Ethos terdiri dari pikiran yang baik, akhlak yang baik, dan maksud yang baik. Maka guru sebagai pembicara harus sanggup menunjukkan kepada peserta didiknya bahwa ia memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang dapat dipercaya dan status yang terhormat.

2. Pathos
Seorang pembicara harus mampu menyentuh hati dan perasaan khalayak (peserta didik), emosi, harapan, kebencian, dan kasih sayang. Pathos menunjukkan imbauan emosional. Pathos dipraktikkan dalam pemilihan kata yang indah menggugah, kalimat yang bervariasi, gaya pengucapan yang indah sehingga pesan jelas diterima komunikan

3. Logos
Seorang guru menyakinkan peserta didiknya melalui pengetahuannya dengan menunjukkan bukti atau yang dipercaya sebagai bukti apa yang diucapkannya , berdasarkan argument dan pikiran yang mantap.

Dengan uraian di atas jelas, bahwa komunikasi persuasif sangat penting dibangun oleh guru dalam proses pembelajaran yang menggerakkan peserta didik aktif, kreatif dan berani mengajukan pendapat. Hal ini dimulai dalam skenario pembelajaran (RPP) dan diimplementasikan dalam pembelajaran. Semoga

Bahan Bacaan:
Elin Rosalin, (2008). Bagaimana Menjadi Guru Inspiratif? Bandung: PT Karsa Mandiri Persada.
https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-persuasif diakses 26 April 2020, pukul 16.00wib

Posting Komentar

0 Komentar